Skip to main content

Posts

ILY FROM A THOUSAND DA

Kutancap gas untuk segera sampai sekolah agar tidak terjebak macet. Tetapi waktu lebih berkuasa untuk menyikapi nya. Aku terjebak lampu merah kurang lebih 2 menit menunggu di jalan raya. “ Eh lu kok nangis? Kenapa sih lu! Woi lo kok diam aja ditanya itu ya ngejawab dong! “ “ Ni cewe kenapa sih, nangis ditengah jalan. Ntar lo kesambet mau? Ayo naik ke mobil gua nangis di dalam mobil jangan nangis di jalan jelek tau dinilai orang yang ngeliat. “ “ Udah, aku gak butuh kamu! Tinggalin aku sekarang please. “ jawabnya tanpa melihatkan wajahnya kearah ku. ** “ Woi cepat bodoh! Gak kau lihat udah lampu hijau? “ bentak salah satu supir angkutan umum yang membuyarkan lamunanku tentang gadis cengeng tadi malam. Bel pertanda masuk untuk melaksanakan upacara bendera mengagetkan ku di parkiran sekolah yang masih memikirkan tentang sosok gadis yang kujumpai di pinggir jalan. Siapa dia? Dan mengapa dia menangis? Alah sudahla itu bukan urusanku dan aku juga tidak kenal siapa dia. “...

ayo jadi bidadari surga atau bidadari dunia?

Dua perempuan muda datang untuk menghadiri rapat, menggunakan baju yang cukup terbuka. Setelah mengamat-amati dengan seksama penampilan kedua peremupuan itu, ini yang dikatakan sang Kepala pada mereka, yang mungkin saja tidak akan pernah mereka lupakan. Ia menatap lurus-lurus ke arah dua perempuan di hadapannya, dan mengatakan, “Ladies, apapun yang diciptakan berharga di dunia ini entah itu tertutup rapat, sulit untuk dilihat, ditemukan atau didapatkan.” 1. Dimana kamu dapat menemukan berlian? Jauh di dalam tanah, tertutup, dan dilindungi. 2. Dimana kamu dapat menemukan mutiara? Jauh di dalam samudra, tertutup, dan dilindungi oleh cangkang yang indah. 3. Dimanakah kamu dapat menemukan emas? Jauh di dalam tambang, ditutupi dengan berlapis-lapis bebatuan, dan untuk mendapatkannya kamu harus bekerja keras dan menggalinya. Ia menatap kedua perempuan muda itu dengan tatapan serius, dan berkata: “Tubuhmu suci dan unik. Kamu jauh lebih berharga dari emas, berlian, dan mutiara, dan ka...

Optimalkan Waktu

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja. * Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?" * Audiens menjawab: "Sdh penuh". * Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?" * Audiens mjwb: "Sdh penuh". * Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya. * Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu. Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa: "Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita b...

Misteri Sebuah Adzan

Seorang guru yang masuk kelas setiap pagi mengabsen murid-muridnya, yang barisan depan ini rajin semua. Datang duluan sebelum bel berdentang, duduk rapi siap menerima ilmu dan pelajaran.. Dari 40 siswa di kelas itu, tentulah tak semuanya tertib. Ada yang badung pastinya, datangnya sering telat, duduk seenaknya, berisik selama pelajaran berlangsung, bahkan cium tangan guru pun ogah-ogahan. Sombong, merasa sudah hebat, guru hanya dianggap formalitas pelengkap sekolah. Sekolah pun hanya dianggap beban.. Ada beberapa murid yang selain rajin tepat waktu, juga sangat dekat dengan guru itu. Mereka suka hadir ke rumah guru, sekedar untuk ngobrol, belajar tambahan, sambil membawakan cemilan dan makanan untuknya.. Jika suatu saat guru itu ditanya oleh kepada sekolah, siapa murid teladan di sekolah ini.. Pasti dia menjawab murid-muridnya yang rajin dan tertib belajarnya. Guru itu dengan mudahnya memberi nilai baik dan pujian untuk mereka. Jika ada tawaran beasiswa, tentu murid-murid ...

Mulutmu Harimau mu

1. Saudara laki-laki bertanya kepada adik perempuannya, saat berkunjung, seminggu setelah saudara perempuannya itu melahirkan: "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?" "Tidak ada." jawabnya pendek. Saudara laki-lakinya berkata lagi, "Masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya? Aku bahkan sering memberi hadiah untuk istriku walau tanpa alasan yang istimewa." Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah. Keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami dan istri ini terjadi perceraian. Dari mana sumber masalah? Kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki sang istri tadi. 2. Saat arisan seorang ibu bertanya: "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? Bukankah anak-anakmu banyak?” rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun menghilang, saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba...

kata kata mutiara

jika dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain, bukan berarti mereka HARUS BERSAMA SAAT INI juga. tunggulah diwaktu yang tepat, saat semua memang sudah siap. maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah hebat untuk ORANG-ORANG yang BERSABAR. sementara menanti, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik. waktu dan jarak akan menyikapi rahasia besarnya. apakah rasa suka itu semakin besar atau semakin memudar. #tereliye “Kakek, dari kota manakah cinta datang?" "Tidak ada yang tahu, Sayang. Cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan apapun yang jelas!”  #tereliye jangan murahkan dirimu lewat sosial media #rizkialif CINTA TIDAK SALAH, TETAPI ORANG-ORANGNYA YANG SALAH~ tere-liye

Good Women Are For Good Men

Kisah Nyata: Inilah Alasanku Berhenti Menjadi Wanita Karir Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan. Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”. “Belum ”, jawabku datar. Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?” Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan. “Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “Menunggu suami” jawabnya pendek. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sep...

Langit hitam

Siang yang sepi, tidak seperti siang siang biasanya . Kemarin masih banyak orang yang berlalu-lalang melewati jalan ini , tetapi semenjak kejadian buruk tersebut jalan itu menjadi sunyi . Bahkan tidak ada gadis gadis yang berseragam sekolah yang menjadikan jalan itu sebagai jalan alternative. Memilih untuk menaiki bus antar kota . “Aku pergi dulu ya bu. Assalamuallaikum “ “Waallaikum salam hati hati ya nak jangan pulang telat” “Baik bu..”             Seperti biasanya , rutinitas setelah sarapan pagi meminta doa restu kepada ibu agar diberi allah kemudahan kepadanya untuk menerima pelajaran di sekolah. Karna hanya tinggal Ibu yang dipunya nya itulah alasan paling utama mengapa dia sangat menyayangi Ibu nya . Ratih Aqila , yang biasa dipanggil Qila murid paling cerdas dan aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan di sekolah . Terbilang gadis yang paling enggan untuk mengenal cinta , bahkan dia sama sekali tidak tertarik...