Skip to main content

Posts

SURAT DARI SUDAN

SURAT DARI SUDAN Oleh: Rizki Aldea “Agak diangkat sayang kepalanya biar gak miring sanggulannya.” Pinta bidan pengantin sambil memasangkan sanggul dan jilbabku yang berwarna putih. Tinggal hitungan jam aku akan sah menjadi istri dari laki-laki yang kudamba-dambakan sejak masa jahiliyah dulu. Masa di mana aku masih menggunakan pakaian ketat yang memperlihatkan lekukan tubuh, di mana laki-laki ini masih menjadi laki-laki sekaligus abang yang baru saja kukenal dari kakak sepupuku, masa aku berumur belasan yang mengganggap bahwa rasa suka dan rasa cinta kepada lawan jenis bisa kapan saja datang dengan orang yang berbeda-beda. Aku masih saja memandang foto yang kuletakkan di atas meja rias kamarku, di sana aku masih menggunakan baju gaun yang foto mesra memperlihatkan aurat dengan orang di sekelilingku. Foto sewaktu aku merayakan hari ulang tahunku yang ke-15. Foto itu manis sekali, terlihat aku dan kedua orang tuaku serta saudara-saudara yang menghadiri acara pesta ul...

CERPEN AKU BENCI HUJAN SORE ITU

AKU BENCI HUJAN SORE ITU Cerpen Rizki Alde a Hujan tak selamanya pantas dinikmati. Mungkin jutaan orang selalu ceria menikmati tetes demi tetes air dari langit, tapi aku adalah pembenci hujan. Karunia Tuhan itu adalah ketakutan meski ia selalu datang. Sore ini hujan , dan bersama dengan segelas kopi di depan jendela ruang tamu. Kuharap sore ini tidak seperti yang lalu . Aku menelanjangi ruangan yang penuh warna hijau . Aku teringat , hijau adalah warna kesukaanku dan Bima. Arlojiku menunjukkan pukul 07.30 wib, tapi Bima tak juga kunjung menjemput. Aku tak mau berdiri di barisan ‘Para Tukang Terlambat’ hanya gara-gara telat ke sekolah. Kekesalanku belum selesai meski Bima sudah muncul di depan rumah dan membunyikan klakson sepedamotor. Bima memacu sepedamotornya dengan kencang. Hanya dalam waktu sepuluh menit, jarak 3 km ke sekolah mampu ditembus. Ia mengenderai seperti orang gila. Sampai di sekolah aku hanya diam dan langsung mengambil barisan paling depan ka...

CERPEN LANGIT HITAM

LANGIT HITAM C erpen : Rizki Aldea Siang yang sepi, tidak seperti siang - siang biasanya. Kemarin masih banyak orang yang berlalu-lalang melewati jalan ini, tetapi semenjak kejadian buruk tersebut jalan itu menjadi sunyi. Bahkan tidak ada gadis - gadis yang berseragam sekolah yang menjadikan jalan itu sebagai jalan alternati f untukkembali ke rumahnya masing-masing. “Aku pergi dulu ya Bu Assalamuallaikum . “ “Waallaikumsal l am hati - hati ya nak jangan pulang telat . ” “Baik bu.”             Seperti biasanya, rutinitas setelah sarapan pagi meminta doa restu kepada ibu agar diberi allah kemudahan untuk nya menerima pelajaran di sekolah. Karna hanya tinggal Ibu yang ia punya, itulah alasan paling utama mengapa ia sangat menyayangi Ibunya. Ratih Aqila, yang biasa dipanggil Qila murid paling cerdas dan aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan di sekolah. Terbilang gadis yang paling enggan untuk mengenal cinta,...